Jam Operasional

Sen - Jum, 8:30 - 16:30

Kontak Kami

022-63738778

0813-1229-3661

Email Kami

marketing@gppowerindo.co.id

23 Agustus 2021 - Post by Fadhli Aoliana

LEBIH DETAIL MENGENAL SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS)

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai apa itu PLTS dan bagaimana potensinya di Indonesia? Buat #RekanGlobal yang belum membaca, bisa klik link ini untuk membacanya terlebih dahulu (link).

Apa saja sistem yang terdapat pada PLTS dan bagaimana cara kerjanya? Secara umum, sistem PLTS terbagi menjadi 3 yaitu PLTS ONGRID, OFFGRID dan HYBRID. Mari kita bahas lebih detail.

  1. Sistem PLTS ONGRID

    PLTS ON GRID/PLTS ATAP adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung /ter-interkoneksi dengan jaringan PLN (Grid). Sistem PLTS On Grid cocok untuk daerah perkotaan yang sudah terdapat jaringan PLN. PLTS ON GRID ini tidak memiliki baterai, jadi hanya berfungsi ketika terdapat sinar matahari dengan tujuan utamanya adalah untuk mengurangi penggunaan listrik dari PLN (Penghematan Tagihan Listrik).


  2. Sistem PLTS OFFGRID

    PLTS OFF GRID adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya yang tidak terhubung /ter-interkoneksi dengan jaringan PLN (INDEPENDEN). Sistem PLTS OFF GRID ini sangat cocok untuk daerah terpencil/daerah yang belum terdapat jaringan listrik PLN. Energi listrik dari matahari akan disimpan kedalam baterai dan akan digunakan secara full siang dan malam.


  3. Sistem PLTS HYBRID

    PLTS HYBRID adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung /ter-interkoneksi dengan jaringan PLN (Grid), serta memiliki baterai untuk backup (Critical Load) ketika PLN Padam. Fungsi utama dari PLTS HYBRID ini adalah ketahanan sistem, karena selain dapat mengurangi penggunaan listrik dari PLN, PLTS HYBRID juga memiliki baterai, untuk backup critical load pada saat listrik PLN Padam.

Masing-masing sistem pada PLTS memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sesuai dengan tujuan pemasangannya.

Whatsapp
Telpon